
Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan
untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan belajar
menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan bantuan berbagai alat, maka pelajaran
akan lebih menarik, menjadi kongkrit, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga,
hasil belajar lebih bermakna. Alat bantu belajar disebut juga alat peraga atau media
belajar.
Heinich, dan kawan-kawan(1982) di dalam Azhar Arsyad (hal 4)
mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi anatara
sumber dan penerima. Jadi, televise, film, foto, radio, rekaman audio, gambar
yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media
komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan
instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut
media pembelajaran.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik.
Media yang akan digunakan dalam peroses pembelajaran itu juga memerlukan
perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas
dasar pertimbangan antara lain(a) ia merasa sudah akrab dengan media itu –papan
tulis atau proyektor tranparansi,(b) ia merasa bahwa media yang dipilihnya
dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri (c) media yang
dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa,serta menuntunnya pada
penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi. Pertimbangan ini diharapkan
oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia
tetapkan.
Heinich, dan kawan-kawan(1982) di dalam Azhar Arsyad
(hal.67-69) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang
dikenal dengan istilah ASSURE.(ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner
characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require
learner response,and Evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam
perencanaan pembelajaran sebagai berikut.
(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah
mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda
perusahaan,perusahaan usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan social
ekonomi,serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi anatara
lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.
(S) Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu
perilaku atau kemampuan baru (pengatahuan, keterampilan, atau sikap)apa yang
diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar-mengajar selesai.
Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urutan-urutan penyajian dan
kegiatan belajar.
(S) Memilih,memodifikasi,atau merancang dan mengembangkan
materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah
tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan
untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Di samping itu perlu pula
diperhatikan apakah materi dan media itu akan mampu membangkitkan minat siswa,
memiliki ketepatan informasi, memiliki ketepatan informasi, memiliki kualitas
yang baik,dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi.
(U) Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan
media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang
diperlukan untuk menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata
letak tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja pralatan,
listrik, layar, dan lain-lain harus di persiapakan sebelum penyajian.
(R) Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong
siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektifan proses
belajar mengajar. Resons siswa dapat bemacam-macam, seperti mengulangi
fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/pelajaran, atau
menganalisis alternative pemecahan masalah/kasus. Dengan demikian, siswa akan
menampakkan partisipasi yang lebih besar.
(E) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utamanya evaluasi di
sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan
pembelajaran, keefektifan media, pendekatan, dan guru sendiri.
Pada tingkat menyeluruh dan umum pemilihan media dapat
dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi
faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang
tersedia(waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang
tersedia(manusia dan material)
- Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran.
Isipembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya
penghafalan,penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau
penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi ssetiap kategori
pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda, dan dengan demikian akan
memeerlukan teknik dan media penyajian yang berbeda pula.
- Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan
dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan
kateristik siswa lainnya.
- Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan(preferensi
lembanga, guru, dan pelajar) dan keefektivan biaya.
- Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
- Kemampuan mengakomodasikan respons penyajian stimulus yang
tepat(visual dan/atau audio);
- Kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang
tepat(tertulis, audio, dan/ atau kegiatan fisik)
- Kemampuan mengakomodasikan umpan balik;
- Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian
informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes(Sebaliknya latihan dan tes
menggunakan media yang sama). Misalnya, untuk tujuan belajar yang melibatkan
penghafalan.
- Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran
yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang
beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan
media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan
prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendPt pertimbangan dalam pemilihan dan
penggunaan media adalah sebagai berikut:
1)motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk
belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas
dan latihan. Lagi pula, pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan dengan
dan bermakna baginya. Oleh karena itu,perlu untuk melahirkan minat itu dengan
perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media
pembelajaran itu.
Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam
rangka memotivasi siswa agar belajar,ialah:
1). Prinsip kebermaknaan; siswa termotivasi untuk
mempelajari hal-hal yang bermakna baginya.
2). Prasyarat; siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang
baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat.
3). Model; siswa lebih suka memproleh tingkah laku baru bila
disajikan dengan suatu model prilaku yang dapat diamati dan ditiru.
4). Komunikasi terbuka; siswa lebih suka belajar bila
penyajian ditata agar pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa.
5). Daya tarik; siswa lebih suka belajar bila perhatiannya
tertarik oleh penyajian yang menyenangkan /menarik.
6). Aktif dalam latihan; siswa lebih senang belajar bila dia
dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan
pembelajaran.
7). Latihan yang terbagi; siswa lebih sula belajar dengan
latihan-latihan dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek.
8). Tekanan intruksional siswa lebih suka belajar bila
tekanan/kewajiban dalam pengajaran dimulai dari yang kuat, tetapi lambat laun
semakin melemah.
9). Keadaannya menyenangkan; siswa lebih suka belajar terus
jika kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan baginya.
2 Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara dan
tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Factor-faktor seperti kemampuan
intelegensi, tingkat pendidikan, keperibadian, dan gaya belajar mempengaruhi
kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian
informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.
3) Tujuan pembelajaran.
Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui
media pembelajaran itu,kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin
besar. Di samping itu pernyataan mengenai tujuan belajar yang ingin dicapai
dapat menolong perancang dan penulis materi pelajaran. Tujuan ini akan
menentukan bagian isi yang mana yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam
media pembelajaran.
4) Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi
dan prosedur atau keterampilan fisik ayang akan dipelajari diatur dan
diorganisasikan ke dalam urutan-urutan yang bermakna. Siswa akan memahami dan
mengingat lebih lama materi pelajaranyang secara logis disusun dan
diurut-urutkan secara teratur. Disamping itu, tingkatan materi yang akan
disajikan ditetapkan berdasarkan kompleksitas dan tingkat kesulitan isi materi.
Dengan cara seperti ini dalampengembangan dan penggunaan media, siswa dapat
dibantu untuk secara lebih baik mensintesis dan memadukan pengetahuan yang akan
dipelajari.
5) Persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah
menguasai secara bak pelajaran dasar atau memilliki pengalaman yang diperlukan
secara memadai yang mungkin merupakan persyaratanuntuk penggunaan media dengan
sukses. Dengan kata lain,ketika merancang materi pelajaran,perhatian harus
ditujukan kepada sifat dan tingkat
persiapan siswa.
6) Emosi. Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan
pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembelajaran
adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respons emosional seperti
takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan. Oleh karena itu,perhatian
khusus harus ditunjukkan kepada elemen-elemen rancangan media jika hasil yang
diinginkan berkaitan dengan pengetahuan dan sikap.
7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik,
seorang siswa harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan
kepadanya. Oleh sebab itu,belajar memerlukan kegiatan. Partipasi aktif oleh
siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif.
Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi di sela-sela
penyajian materi pelajaran. Dengan partisipasi kesempatan lebih besar terbuka
bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu.
8. Umpan balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara
berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil
belajar,pekerjaan yang baik, atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi
tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar yang
berkelanjutan.
9. Penguatan(reinforcement). Apabila siswa berhasil belajar,
ia di dorong untuk terus belajar. Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan
amat bermanfaat karena dapat membangun kepercayaan diri, dan secara
positif mempengaruhi perilaku di
masa-masa yang akan datang.
10. Latihan dan pengulangan. Sesuatu hal baru jarang sekali
dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali jalan. Agar suatu
pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kacakapan
intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering
diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal
dalam ingatan jangka panjang.
11.Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah
meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil
belajar pada masalah atau situasi baru. Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman
sempurna belum dapat dikatakan dikuasai. Siswa mesti telah pernah dibantu untuk
mengenali atau menemukan generalisasi(konsep, prinsip, atau kaidah) yang
berkaitan dengan tugas. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan
memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai
masalah atau tugas baru.
Seperti telah diuraikan di atas, criteria pemilihan media
bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari system instruksional
secara keseluruhan. Untuk bagian itu, ada beberapa criteria yang patut di
perhatikan dalam memilih media.
1) Sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang
telah ditetapkan secara umum mengacau pada salah satu atau gabungan dari dua
atau tiga ranah kognitif,afektif, dan psikomotor. Tujuan ini dapat digambarkan
dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan/dipertunjukkan oleh siswa, seperti
menghapal, melakukan kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau pemakaian
prinsip-prinsip seperti sebab dan akibat, melakukan tugas yang melibatkan
pemahaman konsep-konsep atau hubungan-hubungan perubahan, dan mengerjakan
tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi.
2) Tepat untuk
mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, kosep, prinsip atau generalisasi.
Media yang berbeda, misalnya film dan grafik memerlukan symbol dan kode yang
berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang
berbeda untuk memahaminya. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara
efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan
kemampuan mental siswa. Televise, misalnya. Tepat untuk mempertunjukkan proses
dan transformasi yang memerlukan manipulasi ruang dan waktu.
3) Praktis,
luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu,dana,atau sumber daya lainnya
untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang terbaik. Kriteria ini
menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada, mudah diproleh,
atau mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat
digunakan dimana pun dan kapanpun dengan pralatan yang tersedia di sekitarnya,
serta mudah dipindahkan dan dibawa kemana-mana.
4) Guru terampil
menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apa pun media itu,
guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat
media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. Proyektor
tranparansi(OHP), proyektor slide dan film, computer, dan peralatan canggih
lainnya tidak akan mempunyai arti apa-apa jika guru belum dapat menggunakannya
dalam proses pembelajaran sebagai upaya mempertinggi mutu dan hasil belajar.
5) Pengelompokan
sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya
jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk
jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan.
6) Mutu teknis.
Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan
teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harusjelas dan informasi atau
pesan yang ditinjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen
lain yang berupa latar belakang.
Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat
pada:
1) Buku pelajaran
yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu. Bahan-bahan
tersebut dapat berupa sumber pokok dan/atau sumber pelengkap. Pemilihan
buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan
pilihan guu berdasarkan pertimbangan tertentu. Buku-buku tersebut mungkin telah
tersedia di perpustakaan sekolah atau harus
dibeli di pasaran buku.
2) Pribadi guru
sendiri pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta
sangat kaya dan luas, yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Itu sebabnya,
guru-guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas sertat mendalami ilmu
pengetahuan, sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan
belajar yang berdayaguna bagi kepentingan proses belajar siswa.
3) Sumber
masyarakat, juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa.
Hal-hal yang tidak tertulisdalam buku dan belum terkuasai oleh guru, ternyata
ada dalam masyarat berupa objek, kejadian dan peninggalan sejarah. Hal-hal
tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Untuk itu, guru perlu
menyiapkan program pembelajaran dalam upaya memenfaatkan masyarakat sebagai
sumber bahan belajar bagi siswanya.
Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru, siswa
sendiri dan bantuan orang tua. Namun, harus dipertimbangkan kesesuaian alat
bantu belajar itu dengan tujuan belajar, kemampuan siswa sendiri, bahan yang
dipelajari, dan ketersediaan di sekolah. Prinsip kesesuaian ini perlu
diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu
belajar ternyata tidak cocok untuk kegiatan belajar itu sendiri, dan ternyata
tidak banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa. Prosedur yan
dapat ditempuh adalah:
1). Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di
sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran.
2). Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantuan yang diperlukannya,
berdasarkan petunjuk dan bantuan guru.
3). Membeli di pasaran bebas seandainya alat-alat yang
diperlukan itu ada di pasaran dan cocok untuk kegiatan belajar yang akan
dilakukan.
Daftar Bacaan
Mulyasa. 2007. KTSP. Bandung: Remaja Rosdakarya
Hamalik, Oemar. 2009. KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN. Jakarta:
Bumi Aksara
Sudjana, Nana. 2009. PENILAIAN HASIL PROSES BELAJAR
MENGAJAR. Bandung: Remaja Rosdakarya
Arsyad, Azhar. 2009. MEDIA PEMBELAJARAN. Jakarta:
RajaGrafindo Persada